BALIKBANDUNG.id – Buat wargi Jabar yang punya mimpi kerja di luar negeri, sekarang eranya udah beda! Nggak ada lagi tuh ceritanya berangkat kerja jadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) cuma modal nekat doang. Sekarang, Pemprov Jabar bareng Pemerintah Pusat lagi serius banget nyiapin SDM yang skillful, profesional, dan berdaya saing global.
Hal ini kelihatan jelas waktu Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, nemenin kunjungan kerja Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. Keduanya turun langsung meninjau program pelatihan “SMK Go Global” di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Kota Bandung, Jumat (9/10/2026).
Wagub Erwan menegaskan kalau Jabar punya komitmen kuat buat mencetak SDM berkelas internasional. Harapannya, setiap pekerja migran dari Tanah Pasundan bisa kerja dengan penuh martabat dan pulang bawa kesejahteraan buat keluarga.
“Jawa Barat siap mencetak SDM berkelas global. Dan Jawa Barat ingin setiap pekerja migrannya berangkat dengan kompetensi, bekerja dengan martabat, serta pulang membawa kesejahteraan,” ungkap Kang Erwan.
Hard Skill Aja Gak Cukup, Harus Melek Digital & Budaya!
Menurut Wagub Erwan, di tengah pasar kerja internasional yang berubahnya cepet banget, punya kemampuan teknis alias hard skill aja nggak cukup. Calon pahlawan devisa juga wajib dibekali soft skill yang mumpuni.
Mulai dari penguasaan bahasa asing, melek literasi digital, jago komunikasi, sampai paham gimana etika dan budaya kerja di negara tujuan. Pengetahuan soal hak dan kewajiban juga wajib khatam, biar perlindungan buat pekerja migran udah kuat sejak dari hulu alias sebelum berangkat.
“Kita tidak ingin mencetak pekerja migran yang hanya sekadar siap berangkat kerja. Kita ingin mencetak pekerja migran yang siap bersaing dan terlindungi,” tambah Erwan.
Peluang Kerja di Luar Negeri Masih Melimpah!
Di sisi lain, Menteri P2MI Mukhtarudin ngebocorin data yang bikin ngiler. Bayangin aja wargi, per 4 Oktober 2026, masih ada 212.182 peluang kerja di luar negeri yang nganggur nungguin diisi sama tenaga kerja kita!
Dari total 287.291 posisi yang ada di Sistem Informasi Pasar Kerja Luar Negeri (SIP2MI), baru 26,14 persen aja yang udah terserap. Sisanya? Masih hunting tenaga kerja yang masuk kualifikasi. Peluang ini kebuka lebar banget gara-gara banyak negara maju lagi ngalamin aging population atau penuaan penduduk, jadi mereka krisis tenaga kerja produktif.
Peserta Asal Jabar Pecahkan Rekor Tertinggi
Kerennya lagi, antusiasme wargi Jabar ikutan program SMK Go Global ini patut diacungi jempol. Menteri Mukhtarudin nyebutin, per 8 Oktober 2026, peserta dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat tembus 1.319 orang! Angka ini jadi yang paling tinggi se-Indonesia untuk sementara waktu. Mantap pisan!
Khusus di UKRI Bandung sendiri, ada 175 peserta yang lagi digembleng di sembilan kelas. Pelatihannya seru-seru dan sesuai kebutuhan pasar zaman now:
-
Operation Production + Bahasa Inggris (57 peserta / 3 kelas)
-
Welder (Tukang Las) + Bahasa Inggris (20 peserta / 1 kelas)
-
Barista + Bahasa Inggris (98 peserta / 5 kelas)
Jadi, program ini tuh ibarat bengkel upskilling. Buat yang udah punya skill dasar, makin diasah dan dikasih sertifikasi biar kualitasnya masuk standar dunia kerja internasional. Legal, aman, terlindungi, dan pastinya makin cuan!
Gimana wargi, tertarik buat go global juga?*







