Balikbandung.id – Teka-teki mengenai keberadaan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda akhirnya membuahkan titik terang.
Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengonfirmasi bahwa temuan jenazah di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan data genetik milik Sukarman (60), anak buah kapal yang hilang kontak sejak pertengahan September.
Kepastian identitas tersebut lahir berkat kerja keras tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri yang mencocokkan sampel DNA antemortem dan postmortem secara mendalam.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayan (anak),” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dikutip dari ANTARA.
BACA JUGA LUR: CATAT! Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Rangkaian penemuan ini berawal saat aparat kepolisian Bengkulu menemukan jasad laki-laki tanpa identitas mengapung di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Pulau Enggano pada Sabtu 12 September 2026.
Petugas gabungan langsung mengevakuasi jasad korban menggunakan pesawat Cessna menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu guna kepentingan identifikasi medis secara komprehensif.
Dokkes Polda Banten kemudian mengirimkan data primer beserta sampel genetik keluarga delapan korban hilang ke tim DVI Polri untuk proses verifikasi sidik jari, struktur gigi, hingga tes DNA.
Setibanya proses identifikasi pada tahap akhir, Polda Banten segera mengurus pemulangan jasad almarhum Sukarman menuju kediaman keluarganya di Kabupaten Pandeglang melalui jalur udara.
BACA JUGA LUR: Kasus WN Belanda Meninggal di Hotel Bandung, Polisi Beberkan Fakta
“Jenazah akan diberangkatkan besok dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” tutur Irjen Pol Hengki menegaskan.
Rekam Peristiwa Hilangnya Rombongan Jurnalis di Selat Sunda
Peristiwa memilukan ini bermula ketika kapal cepat KM Arupadatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut mengangkut delapan penumpang yang terdiri atas lima jurnalis serta tiga kru kapal untuk meliput secara langsung aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Namun cuaca buruk serta gelombang tinggi di perairan Selat Sunda membuat kapal kehilangan kontak beberapa jam setelah berlayar. Tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI AL, serta Kepolisian langsung menggelar operasi pencarian besar-besaran di sekitar wilayah perairan Banten hingga menyisir perairan Samudra Hindia.***







