banner 1280x160

Kebakaran Gunung Ciremai, 100 Personel Gabungan Padamkan Api dan Buat Sekat Bakar

Personel gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi turut meninjau lokasi dan mendorong pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas ke area vegetasi rapat. (Foto Ilustrasi AI)

BALIKBANDUNG.id – Sekitar 100 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan. Sejumlah titik api berhasil dipadamkan, sementara pembuatan sekat bakar dilakukan untuk mencegah api merambat ke area dengan vegetasi rapat.

Personel yang terlibat berasal dari BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Jawa Barat, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Masyarakat Peduli Api, TNI-Polri, Satpol PP, Damkar Kabupaten Kuningan, relawan komunitas pecinta alam, serta warga setempat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut meninjau sekaligus ikut melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran pada Kamis (22/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi yang akrab disapa KDM meminta komunitas dan warga desa bekerja sama membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api. Warga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut akan diberikan honor sebesar Rp250.000 per hari.

Selain penanganan di darat, Pemprov Jabar juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mempercepat pemadaman. KDM menyampaikan rencana koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait upaya hujan buatan.

Pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing juga direncanakan dengan melibatkan dukungan TNI Angkatan Udara.

“Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing,” kata KDM saat berada di lokasi.

Titik Api dan Arah Angin Terus Dipantau

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali mengatakan, petugas masih memantau pergerakan titik api (hotspot) dan arah angin dari posko lapangan.

Petugas juga melakukan penyisiran atau mopping up untuk memadamkan sisa bara dan asap yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Kami pun menyiagakan personel di titik-titik rawan perbatasan sekat bakar hingga malam hari,” ujar Teten.

Untuk mendukung keselamatan petugas, tim gabungan telah mendapatkan pasokan air minum, makanan, serta alat pelindung diri (APD), seperti masker, kacamata pelindung (goggles), dan helm.

Koordinasi juga terus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan, BTNGC, dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan penanganan kebakaran berjalan terpadu.

Medan Terjal Jadi Kendala Pemadaman

Teten menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Medan berbukit, terjal, dan berbatu menyulitkan akses kendaraan pemadam serta pergerakan personel menuju titik kebakaran.

Selain itu, arah angin yang berubah-ubah berpotensi memicu munculnya titik api baru atau spotting. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Kebakaran tersebut terjadi di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan, pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Vegetasi yang terdampak meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, serta tegakan pohon pinus. Hingga saat ini, luas area yang terbakar masih dalam proses pendataan.

Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan api, memperkuat sekat bakar, dan mengantisipasi munculnya titik api baru agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.*