banner 1280x160
Ragam  

Buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” Ajak Orang Tua Jadi Mitra Perawatan di NICU

Diskusi dan bedah buku "Bayi Prematur Menjemput Harapan" di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2026. BB/Gani Kurniawan

BANDUNG, BalikBandung.id – Paradigma perawatan bayi prematur di Indonesia kini bergeser. Jika dulu keberhasilan diukur saat bayi bisa bertahan hidup dan keluar dari ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU), kini ukurannya lebih jauh: bagaimana bayi bisa bertumbuh, berkembang, dan memiliki kualitas hidup optimal bersama keluarganya.

Diskusi dan bedah buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2026. BB/Gani Kurniawan

Pergeseran cara pandang ini yang melatarbelakangi hadirnya buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” karya Prof. dr. Tono Djuwantono, Sp.OG(K), M.Kes, Dr. dr. Tetty Yuniarti, Sp.A(K), M.Kes, dan dr. I.G.A. Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas.

Buku ini tidak hanya membahas bayi prematur dari sisi medis. Pembahasan direntang secara utuh, mulai dari masa kehamilan, perawatan intensif di NICU, hingga pendampingan saat bayi sudah kembali ke rumah agar memiliki kesempatan tumbuh kembang optimal.

Kolaborasi 3 Disiplin Ilmu

Melalui pendekatan multidisiplin, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa setiap bayi prematur memiliki perjalanan unik.

Prof. dr. Tono Djuwantono, Sp.OG(K), M.Kes., sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan, mendampingi pasangan sejak awal kehamilan, termasuk lewat layanan fertilitas dan teknologi reproduksi berbantu.

Diskusi dan bedah buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2026. BB/Gani Kurniawan

Estafet kemudian diteruskan Dr. dr. Tetty Yuniarti, Sp.A(K), M.Kes., Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi yang menangani bayi-bayi kritis di NICU.

Sementara dr. I. G. A. Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS., Dokter Spesialis Anak, mendorong penerapan Family Integrated Care (FiCare). Dalam model ini, orang tua ditempatkan sebagai bagian penting tim perawatan. Mulai dari kesempatan memberikan kolostrum dan ASI sedini mungkin, hingga pendampingan tumbuh kembang berkelanjutan.

“Setiap kehamilan membawa harapan. Ketika bayi lahir prematur, harapan itu tidak boleh berhenti. Ilmu kedokteran terus berkembang, tetapi hasil terbaik hanya dapat dicapai ketika tenaga kesehatan dan keluarga berjalan bersama mendampingi setiap bayi,” ujar Prof. Tono.

Orang Tua Bukan Lagi “Penunggu di Balik Kaca”

Salah satu gagasan utama buku ini adalah FICare. Model ini mengubah posisi orang tua. Mereka tidak lagi hanya menjadi pengunjung yang menunggu di balik kaca ruang perawatan, melainkan mitra tenaga kesehatan setelah mendapat edukasi dan pendampingan.

Diskusi dan bedah buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2026. BB/Gani Kurniawan

Berbagai penelitian disebut menunjukkan keterlibatan keluarga bisa membuat kondisi bayi lebih stabil, mempercepat kenaikan berat badan, memperkuat ikatan emosional, hingga berdampak positif untuk jangka panjang.

“Teknologi membantu bayi bertahan hidup. Namun, kehadiran keluarga membantu mereka bertumbuh. Ketika orang tua menjadi bagian dari proses perawatan, manfaatnya dapat dirasakan jauh setelah bayi meninggalkan NICU,” jelas Dr. Tetty Yuniarti.

“Keluar NICU Bukan Akhir Perjuangan”

Tantangan justru dimulai saat bayi dinyatakan stabil dan boleh pulang. Di fase ini, peran keluarga sangat krusial untuk memastikan nutrisi, stimulasi, pemantauan tumbuh kembang, dan pendampingan sesuai kebutuhan.

“Keluar dari NICU bukan akhir perjuangan. Saat pulang ke rumah, proses tumbuh kembang justru baru akan dimulai. Pendampingan yang tepat akan membantu bayi prematur memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, dan mencapai potensi terbaiknya,” ungkap dr. Nyoman Partiwi.

Diskusi dan bedah buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan” di Bandung, Minggu, 23 Agustus 2026. BB/Gani Kurniawan

Buku setebal ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami namun tetap berbasis bukti ilmiah. Para penulis berharap “Bayi Prematur Menjemput Harapan” menjadi jembatan antara ilmu kedokteran dan kebutuhan keluarga.

Buku Bayi Prematur Menjemput Harapan telah beredar sejak Juni 2026 dan kini tersedia di seluruh toko Gramedia di Indonesia.*