banner 1280x160
Ragam  

Pelajar 14 Tahun Asal Cimahi Harumkan Nama Indonesia di Ajang Foto Internasional UNESCO

Ilustrasi Fotografer. (PublicDomainArchive/Pixabay)

Balikbandung.id – Niat awal Yudha Pramudya mengikuti lomba fotografi internasional UNESCO sebenarnya sangat sederhana. Pelajar 14 tahun asal Cimahi ini hanya ingin mencari pengalaman sekaligus mengumpulkan portofolio karya demi memuluskan jalurnya masuk ke SMK impian.

Siswa kelas IX SMP Negeri 2 Cimahi tersebut meminjam kamera temannya dan mengumpulkan uang untuk menyewa lensa tambahan. Tanpa ragu, ia memutar otak mencari objek potret hingga akhirnya menyusuri kawasan Antapani, Bandung, demi menemukan bengkel perajin kayu Jepara.

Langkah nekat tersebut membuahkan hasil luar biasa ketika karyanya bertajuk “A Legacy in Every Carving” terpilih sebagai pemenang pertama kategori usia 14–17 tahun di ajang UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads 2026.

“Awalnya ketemu postingan di Instagram tentang lomba foto UNESCO Youth Eyes on the Silk Roads Photo Contest. Saya langsung berpikir mau coba saja. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali,” kata Yudha saat bercerita tentang keberanian awalnya dikutip dari ANTARA.

BACA JUGA LUR: Ikwan Tanamal Fokus Persib Hadapi Port FC di Shopee Cup

Pengalaman berburu foto di lapangan membuka mata Yudha tentang realita tradisi lokal yang mulai terancam zaman. Ia pun menuangkan seluruh perhatiannya untuk menangkap momen emosional sang pengukir kayu saat bekerja.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tradisi kayu Jepara jangan sampai punah. Saya juga ingin mengeluarkan emosi para pengukir kayu saat mengukir,” tutur Yudha menjelaskan alasan teknis di balik karya fotonya.

Lensa pinjaman di tangan remaja Cimahi ini ternyata sanggup menyisihkan lebih dari 7.000 karya fotografer muda lainnya dari 100 negara. Kejelian Yudha merekam ketelitian jemari pengukir kayu sukses memikat juri internasional UNESCO.

Melihat pencapaian tersebut, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, I.G.A.K. Satrya Wibawa, menilai aksi Yudha memberikan tamparan segar bagi upaya pelestarian budaya di Tanah Air.

“Yang lebih penting adalah bagaimana seorang anak berusia 14 tahun melihat warisan budaya Indonesia melalui perspektif generasinya sendiri. Kamera di tangannya menjadi alat untuk bercerita bahwa tradisi bukan sesuatu yang hanya disimpan di masa lalu, tetapi sesuatu yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya,” tutur Satrya memberikan apresiasi.

BACA JUGA LUR: Bawa-Bawa Haaland & Manchester City, Tolic Blak-blakan Soal Skuad Persib

Foto ukiran kayu Jepara buatan Yudha kini resmi masuk ke dalam album foto eksklusif Youth Lens on the Silk Roads dan siap terpajang di berbagai pameran kebudayaan UNESCO di seluruh dunia. Bagi Yudha, kemenangan ini menjadi pijakan awal untuk terus menjaga identitas seni Nusantara.

“Ritual, karya seni, tari, dan segala macam tradisi harus terus kita lestarikan agar tidak hilang di masa-masa mendatang,” ucap Yudha menegaskan komitmennya.***