BALIKBANDUNG.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemukan dugaan pengurangan upah pekerja saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan Underpass Gatot Subroto, Kota Cimahi, Senin (12/10/2026). Dari dialog langsung dengan pekerja, upah yang diterima disebut berkurang Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang per hari.
Dalam sidak di lokasi proyek yang berada di persilangan Jalan Gatot Subroto dengan rel kereta api tersebut, Dedi yang akrab disapa KDM menanyakan besaran upah kepada para pekerja, mulai dari mandor, tukang, hingga pekerja las baja.
Sejumlah pekerja sempat ragu menyebutkan upah yang diterima. Namun, KDM meminta mereka menyampaikan informasi tersebut secara terbuka.
“Upah itu tidak boleh dikurangi, harus sesuai kontrak kerja, kalau Rp140.000 ya Rp140.000, jangan kurang,” tegas KDM.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun saat sidak, upah harian yang seharusnya diterima mandor sebesar Rp130.000, tukang Rp140.000, dan laden atau pembantu tukang Rp120.000. Sementara itu, pekerja bagian las baja rata-rata menerima upah Rp150.000 per hari.
Namun, hasil dialog KDM dengan para pekerja mengungkap adanya selisih antara upah yang seharusnya diterima dan pembayaran di lapangan. Pengurangan tersebut berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per pekerja setiap hari.
Pekerja Diminta Mendapat Asuransi Ketenagakerjaan
Selain persoalan upah, KDM turut menyoroti perlindungan bagi pekerja konstruksi. Ia menegaskan seluruh pekerja harus mendapatkan jaminan melalui asuransi ketenagakerjaan.
“Ini harus diasuransikan ketenagakerjaan, tidak boleh tidak,” tegasnya kepada kepala proyek dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebelum berdialog dengan pimpinan proyek, sejumlah pekerja mengaku belum mendapatkan asuransi ketenagakerjaan. Sementara itu, pihak proyek menjelaskan bahwa para pekerja telah diminta menyerahkan kartu tanda penduduk (KTP) sejak awal bekerja untuk keperluan pengurusan asuransi.
KDM melakukan sidak tersebut bersama Wali Kota Cimahi Ngatiyana dan sejumlah pejabat Kodim Cimahi.
Pemprov Jabar Siapkan Rp126 Miliar
Dalam kunjungan itu, KDM juga menawarkan penambahan anggaran pembangunan Underpass Gatot Subroto sebesar Rp12 miliar dari APBD Kota Cimahi.
“Mangga tah Pak Wali, bilih bade nambihan, 12 miliar,” ujar KDM.
Menanggapi tawaran tersebut, Ngatiyana menyampaikan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kemungkinan penambahan anggaran.
Adapun pembangunan Underpass Gatot Subroto Kota Cimahi saat ini didanai Pemprov Jabar melalui APBD murni 2026 dengan anggaran sebesar Rp126 miliar.
Sidak tersebut tidak hanya menyoroti pelaksanaan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengangkat persoalan pemenuhan hak upah dan perlindungan pekerja yang terlibat dalam proyek pemerintah.*







